Agustus 22, 2011

PERPUSTAKAAN AJAIB BIBBI BOKKEN


Detail Buku:
Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken 
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah: Ridwana Saleh
Penyunting: Andityas Prabantoro
Proofreader : Emi Kusmiati
ISBN : 978-979-433-595-6
Tebal : 284 Halaman
Harga : Rp 39,000
Cover : Soft Cover
Penerbit : Mizan
Cetakan: I, Maret 2011



Buku ini sebenarnya simple karena memang hanya terdiri atas dua bab saja. Bab pertama tentang Buku-Surat, yang lebih kepada kegiatan korespondensi―komunikasi dua arah antara Nils Bøyum Torgersen dan Berit Bøyum, dua orang sepupu yang sama-sama menginjak masa remaja. Laiknya kegiatan surat-menyurat biasa, buku-surat ini pun dikirim dengan cara bolak-balik melalui pos. Patut diacungi jempol atas kreativitas kedua remaja itu terhadap metode korespondensi yang mereka terapkan, karena sangat langka dilakukan oleh kebanyakan orang. Sedangkan Bab kedua tentang Perpustakaan, di bab ini bentuk sebuah novel yang sesungguhnya terlihat―memuat cerita lengkap dengan aksi, intrik, peristiwa, catatan sejarah dan ketegangan-ketegangan yang saling merangkai, membelit dan membentuk sebuah cerita yang memukau

Semuanya berawal dari keisengan Nils dan Berit yang memutuskan untuk berkorespondensi menggunakan buku-surat. Jarak Oslo dan Fjǽland yang jauh, tempat di mana kedua sepupu itu masing-masing tinggal, terhubung secara intens oleh sebuah buku-surat―buku yang berisikan surat-surat yang ditulis secara bergantian oleh kedua saudara sepupu itu. Alhasil, seluruh file surat mereka tetap tersimpat rapi dan runut.
Celakanya, sejak awal lahirnya buku ini, seorang wanita misterius telah mengincarnya. Semua bukanlah sebuah kebetulan. Wanita misterius ini jugalah yang sebenarnya ikut andil membelikan buku-surat ini ketika Nils memutuskannya untuk membeli di suatu hari saat sedang berada di toko buku.
Mengikuti isi surat-surat mereka, kita akan mendapatkan fantasi tentang dan dugaan teori yang mereka miliki atas misteri yang menyelubungi mereka bersama sosok Bibbi Bokken.

Jika fantasi sama dengan kebohongan, para penulis merupakan pembohong yang paling antusias. Beberapa orang senang berbohong, sedangkan yang lain senang dibohongi. Dalam setiap masyarakat, dibangun gedung-gedung besar yang di dalamnya kebohongan terkumpul berbaris, dan kita menyebutnya sebagai perpustakaan. Kita pun dapat menjulukinya “laboratorium kebohongan”. Mungkin, paling baik kita menamai perpustakaan dengan “tempat penyimpanan lelucon dan fakta”. Karena tak semua yang tertuang dalam buku adalah kebohongan. Bahkan, dalam satu buku, kebenaran dan fantasi boleh jadi malah berdampingan. [hal.36]

Isi surat pun dihiasi dengan cerita-cerita yang berpangkal dari dua sumber. Awalnya mereka saling bercerita tentang kegiatan mereka, tentang sekolah dan tentang apa yang sedang mereka lakukan. Hingga akhirnya surat-surat mereka membahas pada seorang wanita yang diduga bernama Bibbi Bokken.
Selama menjalani kegiatan korespondensi melalui buku-surat ini pun, mosi tidak percaya dan prasangka buruk, sempat menghinggapi perasaan kedua anak manusia ini, karena itulah mereka sepakat untuk membuat kesepakatan dalam berkirim buku-surat ini:
Peraturan 1: Dilarang berbohong dalam buku-surat.
Peraturan 2: Dilarang berprasangka bahwa pihak lain berbohong.


Buku-surat mereka menjadi lebih seru isinya tatkala Berit menemukan fakta, bahwa seorang wanita yang dia buntuti, berhenti di sebuah rumah bercat kuning, tanpa sengaja menjatuhkan sebuah surat di depan pintunya. Sejak saat itulah petualangan korespondesni mereka berdua semakin seru dan berbahaya, penuh dengan intrik dan penyelidikan laiknya detektif.
Seiring dengan semakin instennya kiriman buku-surat, Nils dan Berit pun semakin banyak menemukan fakta misterius seputar Bibbi Bokken. Dia seorang bibliografer. Tapi Nils dan Berit setuju bahwa dia lebih cocok sebagai seorang bibliophile.
Selain itu, penyelidikan mereka sampai kepada suatu buku yang memberikan banyak kemudahan dan menjadi acuan dalam penataan bidang-bidang keilmuan di perpustakaan. Buku bertema tertentu diberi angka tertentu antara 0 sampai 999. Buku yang berjudul: Klasifikasi Desimal Dewey.

Petualangan akhir mereka membawa kepada sebuah perpustakaan yang memiliki rak buku raksasa (ilustrasinya bisa dilihat di kover buku ini). Ajaibnya, buku-buku yang tersusun  di rak bertingkat itu pun merupakan buku yang akan ditulis dan diterbitkan tahun depan, di sinilah misteri sesungguhnya tertanam. Dan masih banyak misteri dan kejutan-kejutan lainnya yang akan membuat mata kita terbelakak tak percaya di akhir kisah ini. Kemunculan beberapa tokoh yang tidak diduga pun, semakin menambah serunya petualangan Nils dan Berit ini. Dan lokasi tempat di mana perpustakaan ajaib ini berada, sungguh sangat menggoncang jiwa kita. Penasaran?
Temukan sendiri keajaiban perpustakaan tersebut dengan membacanya langsung.

Seperti halnya buku Gaarder yang sudah saya baca sebelumnya, Dunia Sophie, di buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken pun sesaat kita akan merasa tersesat, bingung, terjebak dalam pusaran imaji dan pendeskripsian yang tentu berbau filfasat khas Gaarder tanpa lupa meninggalkan polesan-polesan petualangan yang seru.
Bagi saya, membaca karya Gaarder ini membutuhkan kesabaran, karena saya sangat awam terhadap bacaan berbau filsafat seperti ini. Beruntung saya bisa menyelesaikannya hingga akhir, tidak seperti Dunia Sophie yang membuat saya tersaruk-saruk saat membacanya sebelum mencapai garis finish. Bahkan Gadis Jeruk membuat saya bertekuk lutut menyerah sebelum mencapai pertengahan buku.
Tetapi saya menemukan keasyikan dan kepuasaan tersendiri saat tema yang diusung oleh Gaarder kali ini adalah buku dan perpustakaan.
Keasyikan mengikuti kegiatan surat-menyurat Nils dan Berit pun tidak terlepas karena rasa nyaman akan terjemahan buku ini yang tergolong mudah dicerna, walau beberapa typo masih ditemukan. Seperti kata hipnotis yang seharusnya hipnosis.

Saya selalu menyukai novel yang mengangkat tema tentang buku atau perpustakaan, karena saya selalu bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Sebut saja bagaimana saya larut dalam aroma buku di perpustakaan Libri di Luca, atau ikut terperangkap bersama The Man who Loved Books Too Much.
Jadi menurut saya, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk para pecinta buku. Rasanya tidak syah mengaku sebagai pecinta buku bila belum menjamah, menelanjangi dan membongkar habis Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken ini.




Klaus Hagerup dilahirkan di Oslo, Norwegia pada 5 Maret 1946. Selain sebagai seorang penulis, dia juga seorang aktor dan sutradara. Dia memulai debut menulisnya lewat kumpulan puisi Slik tenker jeg pa dere (1969). Pada tahun 1988 dia menulis Biografi Inger Hagerup, sang bunda yang berprofesi sebagai penyair, dengan judul Alt er sa nǽr meg. Klaus Hagerup telah menerima penghargaan sastra atas beberapa bukunya. 
karya-karya beliau diantaranya:
  • Slik tenker jeg pa dere (1969) 
  • Alt er sa nǽr meg (1988)

Jostein Gaarder dilahirkan di Oslo, Norwegia pada 8 Agustus 1952. Dia seorang penulis novel, cerita pendek dan buku anak-anak dari Norwegia.
Dia mempelajari bahasa-bahasa Skandinavia dan Teologi di University of Oslo. Sebelum memulai karier menulisnya, dia mengajar filsafat.
Karyanya yang paling terkenal adalah Dunia Sophie, dengan subtitle Sebuah Novel Tentang Sejarah Filsafat. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 53 bahasa; 26 juta eksemplar tercetak, dengan tiga juta eksemplar terjual di Jerman saja.

Pada tahun 1997, dia mendirikan Sophie Prize bersama istrinya, Siri Dannvviq. Penghargaan internasional ini diberikan kepada perjuangan untuk pembangunan masyarakat dan pelestarian lingkungan, sebesar US$ 100.000, yang diberikan setiap tahun. Penghargaan ini dinamai sesuai dengan novelnya Dunia Sophie.

Karya-karya Gaarder yang telah ditulis sepanjang hidupnya adalah:
·         Diagnosen Andre Noveller (1986)
·         Froskeslottet (1998)
·         Kabalmysteriet (Misteri Soliter) (1990)
·         Sofies Verden (Dunia Sophie) (1991)
·         Julemysteriet (1992)
·         Bibbi Bokkens Magiske Bibliotek (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken) (1993)
·         I et speil, i en gate (1993)
·         Hallo? Er det noen her? (1996)
·         Vita Brevis (Brief Life) (Vita Brevis) (1996)
·         Maya (1999)
·         Sirkusdirektørens Datter (Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Mimpi) (2001)
·         Applesinpiken (Gadis Jeruk) (2004)


      Iseng foto-foto dengan buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

I

3 komentar:

  1. Hahahaha.. Aku lebih tertarik sama foto2nya novi nih :) btw Berit sama dengan salah satu nama tokoh di The Castle in the Pyreenes nya Jostein Gaarder yang aku baca.

    BalasHapus
  2. Eh The Castle in the Pyreenes nya Jostein Gaarder tokohnya bisa sama yah? bagus ngga mbak? hadoh baca buku filsafat, bhs inggris pula, bikin mabok n ga bakal dong :p

    btw, knp fotoku? lucu yah? hihihi

    BalasHapus