Agustus 18, 2011

WARRIORS #1: Into The Wild


Resensi oleh Noviane Asmara
WARRIORS #1: Into The Wild
Penulis : Erin Hunter
Penerjemah: Yunita Chandra S
Penyunting: Ari Nilandari
ISBN : 978-602-987377-0-4
Tebal : 346 Halaman
Harga : Rp 47.900
Cover : Soft Cover
Penerbit : Kantera
Cetakan: I, 2011


Buku ini adalah sebuah fabel, karena tokoh yang mengisi cerita di dalam buku ini adalah binatang. Kali ini kucing menjadi topik yang dibahas dan menjadi tokoh utama dalam buku seri Warriors #1: Into The Wild.
Seperti umumnya di dunia manusia, di dunia kucing pun berlaku hal-hal yang ada di dunia manusia. Kekuasaan, kesetiaan, aktualisasi diri dan rasa harga diri.
Dalam buku Into The wild yang merupakan buku pertama dari serial Warrior ini, dunia kucing digambarkan terdiri atas beberapa Klan yang tentunya berasal dari jenis kucing yang berbeda-beda.

Ketika membuka buku ini, pada bagian awal halaman, kita akan diperkenalkan kepada macam-macam jenis kucing. Saya sampai merasa kewalahan mengingat daftar istilah yang tertulis walaupun hanya satu halaman saja. Saya rasa lebih mudah menghafalkan nama manusia ketimbang istilah-istilah dalam mengenal kucing. Seperti apa itu Telon atau Calico, Tortoiseshell, Tabby, Maltese, Tuxedo cat, Jellicle cat, Silverpelt dan lain-lain.

Alkisah, di sebuah hutan hiduplah ratusan kucing liar yang tergabung dalam bebarapa kelompok―atau lebih dikenal dengan sebutan Klan. Setiap klan dipimpin oleh seekor kucing yang dianggap mumpuni untuk memimpin klannya, bisa betina atau pun jantan.
Ada sekurangnya lima klan yang menempati hutan itu. ThunderClan atau Klan-Guntur, ShadowClan atau Klan-Bayangan, WindClan atau Klan-Angin, RiverClan atau Klan-Sungai dan StarClan atau Klan-Bintang.
Setiap klan mempunyai pemimpin, deputi dan warrior. Tingkatan warrior ini adalah kelas yang paling berprestise, karena mereka dianggap sebagai pejuang dan penjaga klan. Klan-klan ini hidup berdampingan di dalam hutan sesuai aturan yang berlaku menurut hukum mereka―hukum yang telah digariskan oleh para leluhur mereka. Kecuali Klan-Bintang, yang anggotanya adalah para arwah kucing, diyakini sebagai klan bijak yang member petunjuk bagi klan-klan lainnya.

Adalah Rusty yang merupakan seekor kucing rumahan. Rusty dipelihara oleh kakidua―sebutan bangsa kucing untuk manusia. Jelas saja sebagai kucing peliharaan, hidupnya nyaman dan terjamin. Selain semua kebutuhan seperti makanan, minuman yang bisa didapatkan secara mudah oleh Rusty, dia pun sangat disayang oleh oleh pemliknya. Elusan dan belaian adalah kemanjaan-kemanjaan ekstra yang dia dapatkan dari pemiliknya. Apalagi yang Rusty cari dalam hidupnya sebagai kucing? Karena saat ini hidupnya sudah sangat sempurna dengan kemewahan dan kenyamanan mengelilinginya.

Tapi ternyata bukan saja manusia yang tidak pernah puas terhadap apa yang sudah didapatkan dan dimilikinya. Seperti pepatah yang menyebutkan bahwa rumput tetangga terlihat lebih hijau. Itulah yang dialami oleh Rusty, tatkala suatu malam saat dia mengabaikan teriakan panggilan terakhir dari pemiliknya karena lebih tergoda oleh bau tajam hutan yang menjadi segar sehabis hujan, dari situlah awal segala yang mengubah kehidupan Rusty sebagai kucing rumahan.
Di pinggir hutan, Rusty bertemu dengan beberapa kucing liar dari ThunderClan. Bagi mereka, Rusty tidak lebih dari seekor kucing rumahan yang manja dan manis. Tidak mempunyai keahlian apa pun bahkan cenderung akan menjadi gendut, lemah dan tidak ‘jantan’ lagi.

Dan bagi Rusty, kehidupan para kucing liar yang baru dijumpainya terlihat lebih seru dan menantang. Dia pun terpikir untuk bergabung dengan ThunderClan dan menjadi warrior seperti teman-teman barunya. Maka ketika dia mendapatkan ajakan untuk bergabung dengan ThunderClan, Rusty tergoda untuk mencoba menjajal kemampuannya menjadi kucing liar dan bertekad menjadi warrior yang tangguh. Tapi di sisi lain dia masih merasa nyaman dengan kehidupan yang sudah dia terima selama ini.
Pilihan apa yang akan Rusty ambil? Tetap bertahan sebagai kucing rumahan yang manis dan dimanja sang pemilik atau mendobrak identitas dirinya sebagai kucing rumahan dengan hidup di hutan sebagai kucing liar dan bergabung dengan salah satu klan kucing.

Di cerita ini juga, kita akan diajak menyelami banyak hal tentang dunia dan pemikiran-pemikiran kucing. Ada perselisihan, pertengkaran dan perebutan kekuasaan. Tapi kita pun akan terenyuh melihat manisnya persahabatan yang terjalin di dunia kucing.
Saya pernah membaca fabel berseri tentang Burung Hantu, di mana ceritanya sangat bagus dan memukau. Kaya akan pengetahuan, sarat dengan pesan moral dan pemaparan tentang kehidupan dan kebiasaan Burung hantu yang mendetail. Karena si penulis adalah seseorang yang concern terhadap objek yang sedang dia tulis dan mempunyai rasa cinta yang besar terhadap Burung hantu.

Demikian juga dengan Erin Hunter. Dia tidak semata-mata mengangkat tema Kucing sebagai objek dari buku yang di tulisnya. Apalagi seri Warrior ini telah mencapai 6 buku, yaitu:

1.   Into the Wild
2.   Fire and Ice
3.   Forest of Secrets
4.   Rising Storm
5.   A Dangerous Path
6.   The Darkest Hour
Kepandaian Hunter dalam mengolah cerita tidak perlu disangsikan lagi. Terbukti dia dapat menggambarkan dan memaparkan kucing dan dunianya secara detail, seolah-olah dia adalah bagian dari mereka, dan mengerti apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka rasakan.
Bagi para pecinta fabel terlebih yang berhubungan dengan kucing, buku Warriors #1: Into The Wild ini akan menjawab terhadap rasa haus akan cerita-cerita binatang yang seru, lucu dan tentunya sarat pesan moral yang tinggi.

Agustus 08, 2011

THE CHEMICHAL GARDEN #1: WITHER


Resensi oleh Noviane Asmara 
The Chemical Garden #1: WITHER
Penulis : Lauren DeStefano
Penerjemah: Maria M. Lubis
Penyunting: Musa Annaqi

ISBN : 978-602-98377-3-5
Tebal : 401 Halaman
Harga : Rp 49.900
Cover : Soft Cover
Penerbit : Kantera
Cetakan: I, April 2011


Keahlian Lauren DeStefano menggambarkan masa depan terasa nyata. Aku menyukai dunia kisah cinta, dan gaya penulisannya―jenis buku yang aku idamkan untuk dibaca.”
-Carry Ryan, penulis terlaris New York Times―THE FOREST OF HANDS AND TEETH 

Endorsement di atas itulah yang membuat saya begitu tertarik dan penasaran akan cerita racikan DeStefano ini. Saya sangat menyukai karya dan tulisan Carry Ryan dalam bukunya The Forest and Hands and Teeth, karena itulah ketika dia memberikan endorsement yang begitu positif terhadap Wither ini, saya langsung yakin, bahwa Wither ini adalah buku yang seru dan wajib saya baca.
Dan ketika saya telah menyelesaikan buku kesatu dari trilogi The Chemichal Garden ini, saya tidak heran mengapa Carry Ryan sampai menyukainya. Cara DeStefano bercerita mempunyai kemiripan dengan Ryan, walaupun mereka mengusung tema yang berbeda.

Bagaimana jika kau mengetahui kapan kau akan mati?

Kita sebagai manusia tidak pernah bisa memprediksikan kapan kematian menjemput kita? Bagaimana cara kita mati dan diusia berapa kita mati? Karena semuanya adalah rahasia Tuhan, di mana untuk urusan yang satu ini, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya bergantung pada takdir yang telah ditentukan Tuhan.

Tapi, bagaimana bila hal sebaliknya terjadi pada kita. Kita dapat mengetahui kapan kita mati. Tentu saja hal itu untuk sebagian manusia akan menjadi saat-saat yang mengerikan.
Wither mengisahkan tentang hal itu. Saat dunia dalam keadaan sekarat karena beberapa negara musnah dan hancur. Hanya Amerika Utara-lah yang masih bertahan―walaupun tidak sepenuhnya bisa dikatakatan bertahan.
Pada masa itu saat dunia telah berubah, kemajuan ilmu pengetahuan menciptakan generasi tua yang tangguh. Generasi pertama yang tak kenal takut, mempunyai usia panjang bahkan nyaris abadi. Tetapi ironisnya, kemajuan ilmu pengetahuan itu pun menciptakan generasi-generasi berikutnya yang sangat lemah dan berusia pendek
Untuk para laki-laki mereka akan bertahan hidup sampai usia 25 tahun. Tetapi bagi wanita hanya 20 tahun saja mereka sanggup bertahan hidup.
Betapa singkatnya sekali hidup mereka.

Dengan mengacu pada alasan di atas, beberapa Tuan Rumah kaya, akan membeli para gadis yang mereka dapatkan dari para pengumpul.
Pengumpul bekerja dengan cara menculik gadis-gadis muda mulai usia 13 tahun―usia di mana tubuh mereka cukup dewasa untuk mengandung janin, untuk kemudian mereka jual kepada para Tuan Rumah. Beberapa yang tidak terpilih―akan berakhir di tempat prostitusi atau mati dengan cara yang sangat menyedihkan.

Adalah Rhine, Cecily dan Jenna―tiga gadis yang berhasil dibeli oleh Tuan Rumah kaya bernama Linden Ashby dari pengumpul. Mereka dinikahi sekaligus oleh sang Tuan Rumah. Misi dari pernikahan itu tak lain adalah unutk mendapatkan keturunan agar kelangsungan hidup generasi selanjutnya tetap terjaga.

“Kita semua berkumpul di sini untuk menyatukan empat jiwa ini dalam suatu ikatan yang sakral, yang akan melahirkan benih-benih generasi baru ...” (hal.58)

“Takdir telah menyatukan kita, jangan biarkan siapa pun menceraiberaikannya.” Takdir, kupikir, mirip seorang pencuri. (hal.59)

Bagi ketiga gadis itu, status baru sebagai istri dari Tuan Rumah kaya mempunyai arti yang berbeda-beda. Bagi Cecily, si gadis mungil 13 tahun yang mempunyai rambut merah dan fakta bahwa dulunya dia hanya seorang anak dari panti asuhan yang kurang diperhatikan, menjadi istri Linden adalah anugerah. Cecily sangat menikmati perannya sebagai seorang istri dan rela mengandung bayi diusianya yang untuk ukuran saat ini, sangat tidak dianjurkan. Karena dia mendapatkan segala kemewahan dan kemudahan dalam hidupnya yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. Dia hanya tinggal mencintai sang suami dan memberikan anak. Bagi Jenna, hidup barunya itu merupakan pengalihan yang sempurna―dia menemukan tempat yang pas untuk mati. Dan akan selalu membawa perasaan bencinya terhadap Linden dan Kepala Rumah Vaughn, sang bapak mertua, ke liang lahatnya. Tetapi bagi Rhine, kehidupan barunya laksana neraka. Dia hidup dalam sangkar emas, dan dia tidak menginginkan itu semua. Rhine hanya menginginkan satu hal saja―kebebasan.
Dia rindu terhadap saudara kembarnya, Rowan dan berharap dapat bertemu kembali suatu hari nanti. Mereka terpisah sejak Rhine diculik.

Buku setebal 402 halaman ini, memang lebih dominan menceritakan sosok Rhine. Rhine yang dilukiskan sebagai sosok gadis keras kepala, cerdas, cantik, dan bermata heterochromia―kelainan genetis yang disebabkan oleh jumlah melanin yang berbeda pada setiap iris mata sehingga menyebabkan iris mata seseorang berbeda warna. Dia dengan segala cara dan muslihatnya berniat untuk melarikan diri dari sangkar emasnya. Karena kebebasan adalah kunci untuk hidup bahagia menurut dirinya. Dia ingin mencari kembarannya dan hidup tenang di akhir hidupnya yang singkat. Rhine yang berjanji tidak akan mau disentuh oleh Linden, apalagi harus menjadi mesin anak demi meneruskan generasi.

Di sisi lain diceritakan tentang Kepala Rumah Vaughn, ayah Linden. Dia seorang dokter yang mempunyai Rumah Sakit dan juga Lab penelitian di ruang bawah tanah rumahnya. Sudah bertahun-tahun dia melakukan penelitian guna menemukan antidot untuk kelangsungan hidup generasi-generasi baru.

Ada dua pihak yang berperang: kaum pro-ilmu pengetahuan, yang memilih riset genetika serta pencarian antidot, dan kaum pro-naturalisme, yang percaya bahwa sekarang sudah terlambat, dan membiakkan anak-anak baru serta menjadikan mereka bagian percobaan adalah tindakan yang tidak etis. Singkatnya, kaum pro-naturalisme memercayai bahwa membiarkan ras manusia punah adalah hal yang alamiah.

Dari awal sampai akhir, kita akan dibuat tercengang akan kehidupan poligami ala Linden dan pola pikir yang berbeda dari ketiga istrinya. Mereka kadang menjadi sekutu, tapi sering pula bersiteru sehingga berlaku seolah mereka adalah musuh dan pesaing.
Selain itu, kita pun diajak untuk ikut merasakan bagaimana bila kematian sudah berada di depan mata, dan tidak satu pun hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal itu terjadi. Mengerikan bukan?
Tapi perasaan ngeri, waswas dan sedikit merasakan mual terhadap riset yang dilakukan oleh Kepala Rumah Vaughn, menyertai saya sepanjang membaca buku ini. Kita juga akan tesentuh oleh cinta sejati yang didapatkan oleh Rhine. Cinta yang membuat Rhine kuat dan tegar dan berusaha mengambil kembali kebebasan yang telah direnggut dari dirinya. Cinta yang hadir di tengah keputusasaan yang melanda dirinya.

Tidak berlebihan bila saya memberikan empat bintang untuk karya dengan ide cemerlang dari seorang penulis wanita yang masih sangat muda namun berbakat seperti DeStefano ini. Buku ini membuat saya berkhayal jauh di luar batas yang seharusnya saya khayalkan.
Selain itu, saya menyukai kovernya yang cantik. Kovernya sangat mewakilkan isi dari kisah Wither ini―seorang gadis cantik yang terperangkap di dalam jam pasir emas, dan hanya tinggal menunggu pasir kuarsa menimbun dirinya untuk kemudian merenggut kehidupannya. Tata letaknya pun didesain dengan unik, bermain dengan garis serta kotak, mirip bentuk diagram yang biasa kita buat saat sekolah.

Semoga Penerbit Kantera akan menerbitkan buku kelanjutan dari Trilogi The Chemical Garden ini. Saya sudah telanjur jatuh hati dengan ide ceritanya.

Lauren DeStefano lahir di New Haven, CT, Amerika Serikat, pada 13 Oktober 1984. Sejak kecil, dia sudah menyukai membaca dan menulis cerita. Dia menyukai karya Vladimir Nabokov dan T. S. Eliot.
Lauren menyelesaikan pendidikannya di Albertus Magnus Collage di New Haven, CT pada tahun 2007. Wither―buku pertama trilogi The Chemical Garden―adalah karya perdananya.
Untuk mengetahui lebih detail tentang Lauren DeStefano, silakan kunjungi: http://LaurenDeStefano.co,, www.thechemicalgardentrilogy.com, atau profil Facebook-nya www.facebook.com/pages/Lauren-DeStefano.

PERFECT CHEMISTRY

Resensi oleh Noviane Asmara


Perfect Chemistry Trilogy #1: Perfect Chemistry
Penulis : Simone Elkeles
Penerjemah: Angelic Zaizai
Korektor: Mery Riansyah
ISBN : 978-602-969-8787-08
Tebal : 452 Halaman
Harga : Rp 59.900
Cover : Soft Cover
Penerbit : Terakota
Cetakan: I, Juli 2011


Perfect Chemistry (2008) adalah buku pertama dari Trilogi Perfect Chemistry. Rules of Attraction (2010) dan Chain Reaction (2011) adalah buku kedua dan ketiga lanjutannya.

Novel ini dibagi ke dalam dua bagian cerita di mana penulisannya menggunakan sudut pandang ‘aku’. Cerita dari sudut pandang “aku’ sebagai Brittany, dan sudut pandang ‘aku’ sebagai Alex. Dari 57 bab dan satu epilog yang disajikan, berganti-gantian Brittany dan Alex saling bercerita. Uniknya, saat bagian Brittany yang bercerita, font yang tercetak pada kertas adalah font dengan karakter yang lebih feminin, tipis dan angkuh. Seolah-olah ingin menunjukkan pada pembaca, bahwa Brittany adalah sosok yang girly, lembut tapi rapuh.
Sementara bila menginjak pada bagian di mana Alex yang sedang bercerita, jenis font yang tercetak berbeda dengan Brittany. Font yang digunakan lebih tebal, lebih pekat dan maskulin. Dan pastinya ingin memberikan kesan bahwa Alex ini jantan, kuat dan bertanggung jawab tapi sedikit nakal.

Cinta bisa menimpa siapa saja. Cinta bisa datang kapan saja. Dan cinta datang tanpa memandang status. Demikian pula dengan rasa benci.
Benci bisa menimpa siapa pun, kapan pun dan tidak memandang apa pun.
Menurut pepatah, perbedaan antara cinta dan benci hanyalah setebal kulit bawang. Begitu tipis dan nyaris rapuh.

Demikian yang terjadi antara Brittany Ellis dan Alejandro ‘Alex’ Fuentes. Perjalanan cinta mereka terbilang sangat rumit. Terlalu banyak perbedaan yang tidak dapat dibantah oleh apa pun. Terlalu lebar jarak yang menganga hingga tak mungkin dilangkahi dan membutuhkan pengorbanan yang begitu tinggi.

Brittany Ellis
Berasal dari keluarga kaya dengan strata sosial yang tinggi, pintar, cantik, berambut pirang dan bertubuh indah. Sempurna. Keberadaannya di sekolah membuat iri para gadis lainnya akan kesempurnaan yang dimiliki dan kemujuran yang dihibahkan Tuhan sejak dia lahir.
Tapi sebenarnya Brittany tidak sesempurna yang terlihat. Dia rapuh, sedikit tertekan dan kadang menjadi orang lain hanya sekedar untuk tampil sesuai tuntutan orang-orang sekelilingnya yang selalu menginginkan dia tampil sempurna laksana malaikat.


Alex Fuentes
Sorang imigran dari Meksiko. Berkulit gelap, wajah hispanik yang tampan, cerdas, sok jagoan tapi juga seorang yang terlibat banyak masalah serius. Dan sialnya, dia seorang gengster. Bertekad melindungi ibu dan kedua adik lelakinya setelah kematian tragis sang ayah. Dan mempunyai mantan pacar gadis Meksiko yang super seksi, menggigit, culas dan berbisa.

Keduanya dipertemukan di kelas Mrs. Peterson. Mereka terpaksa harus menjadi partner lab di kelas Kimia. Mereka tidak bisa menukar partner mereka, karena keputusan Mrs. Peterson sudah final dengan toleransi nol.
Akhirnya mau tidak mau, suka atau pun tidak, mereka harus saling bekerja sama demi mendapatkan nilai A atas proyek yang mereka teliti.
Kedekatan Brit dan Alex walau hanya sekedar partner lab, mengundang perasaan tidak suka Colin Adams dan Carmen Sanchez, teman dekat mereka.
Semula, Brit dan Alex selalu terlibat dalam perseteruan, entah mereka saling ejek, saling mempermalukan di depan kelas atau saling memperlihatkan bahwa kepintaran satu sama lainnya. Hal-hal itu mereka lakukan untuk saling menyakiti.
Tetapi, sejalan dengan seringnya mereka bersama, chemistry yang timbul di antara keduanya semakin menguat. Siapa yang bisa menghindar?
Sampai suatu saat, Lucky, teman Alex menantangnya dalam suatu permainan yang melibatkan Brittany sebagai taruhannya.
Alex pun terlibat dalam permainan yang diumpankan oleh temannya. Bagi dirinya, Brittany hanya sekedar gadis pirang bodoh yang manja. Tidak lebih. Alex semakin dalam menyelam dalam permainan taruhannya. Tapi perlahan dia tidak kuasa menolak atas pesona yang menguar kuat dari seorang gadis manja seperti Brittany. Hingga akhirnya Alex harus mengakhiri permainannya dan Brittany harus tabah menerima segalanya.

Kisah ini tidak hanya membahas tentang cinta yang terjadi antara dua anak manusia yang sedang bermetamor menjadi dewasa. Tapi juga melibatkan tentang kehidupan yang keras dan pahit dari para imigran Meksiko. Keberadaan mereka yang tetap dipandang sebelah mata oleh kaum Kaukasia, juga tentang hidup mereka yang tidak bisa lepas dari gengster. Semuanya memang sudah berada di jalurnya dan tidak ada satu pun yang dapat mengubah dan membalikan fakta tersebut.

Yang menarik bagi saya di kisah Perfect Chemistry ini adalah epilog yang disuguhkan. Sesaat saya langsung teringat pada epilog film Harry Potter 7 bagian 2 yang baru tayang minggu kemarin. Membuat saya senyum-senyum sendiri.
Oh iya, membaca Perfect Chemistry pun membuat kosa kata Bahasa Meksiko saya bertambah. Bila saya kesal, saya tinggal berteriak ala Fuentes “ Cállate la boca!” atau “Cabrón me delio!” bahkan “Mi mejor amigo Vete, carbón no molestes!”.
Penasaran dengan artinya? Temukan saja di catatan kaki buku Perfect Chemistry.
Ada pun kover yang ditampilkan, sungguh sangat mewakilkan judul dan isi dari kisah Perfect Chemistry ini. Gambar sepasang remaja yang sedang bergandengan tangan dan tampak dari belakang, terlihat sopan, elegan, dan sederhana. Tapi sangat menyampaikan semua yang ada di dalam buku setebal 452 halaman ini.
Satu lagi yang menjadi pertanyaan buat saya. Bentuk tanda tanya yang tercetak berbeda dengan bentuk tanda tanya pada umumnya, yaitu (?). Mungkin itu adalah bentuk tanda tanya versi latin, di mana karena buku ini mengisahkan sebagian dunia latin juga, Meksiko. Tetapi terasa janggal saja, karena tanda tanya tersebut bukan disertai oleh kalimat tanya dalam Bahasa Latin.

Simone Elkeles lahir di Chicago, Illionois, Amerika Serikat, pada 24 April 1970. Buku yang dia tulis rata-rata bergenre fiksi muda-dewasa, roman dan roman remaja. Pada tahun 2010 dia memenangkan penghargaan RITA untuk buku Perfect Chemistry yang bergenre roman muda-dewasa.
Penghargaan dan pengakuan yang didapatkan oleh Simone Elkeles:
·         2008 Author of the Year by the IL Association of Teachers of English
·         2010 RITA Award for Best Young Adult Romance for Perfect Chemistry
·         New York Times Best Seller List for Rules of Attraction and Return to The Paradise
·         USA Today Best Seller List

Karya-karya Simone Elkeles yang bergenre fiksi roman muda-dewasa:

How to Ruin Trilogy
·         How to Ruin a Summer Vacation (2006)
·         How to Ruin My Teenage Life (2007)
·         How to Ruin Your Boyfriend’s Reputation (2009)
·         Ruined (2010) (How to Ruin Trilogy: #1-3)

Leaving Paradise/ Return to Paradise
·         Leaving Paradise (2007)
·         Return to Paradise (2010)

Perfect Chemistry Trilogy
·         Perfect Chemistry (2008)
·         Rules of Attraction (2010)
·         Chain Reaction (2011)

Juli 29, 2011

THE DAY OF THE JACKAL


Resensi oleh Noviane Asmara
THE DAY OF THE JACKAL
Penulis : Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Penyunting: Adi Toha
Pewajah Isi : Dinar Ramdhani Nugraha
ISBN : 978-979-024-356-9
Tebal : 609 Halaman
Harga : Rp 79.000
Cover : Soft Cover
Penerbit : Serambi
Cetakan: I, Juni 2011


Seseorang yang tak dikenal… seorang pembunuh bayaran!

Bersetting Prancis pada tahun 60-an, novel ini mengisahkan tentang upaya pembunuhan terhadap Presiden Prancis kala itu, Jenderal Charles de Gaulle.
Percobaan pembunuhan ini telah enam kali dilakukan. Dan sebanyak enam kali pulalah kegagalan harus ditelan pahit oleh para petinggi OAS (Organisation L’Armée Sacrète).

Matinya Letnan Kolonel Jean-Marie Basytien-Thiry, pemimpin sebuah geng pembunuh dari OAS yang dihukum tembak mati pada 11 Maret 1963, tidak serta-merta mengakhiri upaya-upaya lebih lanjut untuk mencabut nyawa sang Presiden. Namun, takdir berkata lain. Hal itu justru menjadi permulaan.

Buku yang terbagi ke dalam tiga bagian ini, yakni; Anatomi Sebuah Perencanaan, Anatomi Perburuan Manusia dan Anatomi Pembunuhan, sangat kental dengan intrik politik.
Ketidakpuasaan beberapa golongan terhadap kebijakan Presiden de Gaulle, mendorong mereka melakukan aksi yang tidak hanya menggulingkan pemerintahan de Gaulle, bahkan dengan membunuh langsung Presiden tersebut.

Adalah Marc Rodin seorang komandan di Indo-China yang akhirnya dikirim ke Aljazair. Awalnya menganggap de Gaulle bak Zeus turun ke Gunung Olympus, saat de Gaulle mengunjungi Aljazair. Rodin yakin, kebijakan baru de Gaulle akan segera diberlakukan. Para komunis akan disapu dari jabatan mereka, para pengkhianat akan ditembak mati, serikat dagang akan ditundukkan dan dukungan sepenuh hati terhadap Prancis atas teman-teman dan saudara-saudaranya di Aljazair dan atas pasukannya yang melindungi perbatasan wilayah kekuasaan Prancis itu, akan segera tiba.
Tapi ternyata, de Gaulle mengambil langkah-langkah untuk memulihkan Prancis menurut caranya sendiri. Dan hal ini membuat Rodin hancur dan marah. Karena akhirnya terbukti bahwa konsep Charles de Gaulle tentang kebangkitan Prancis tidaklah mencakup Aljazair.
Yang tersisa pada dirinya tinggallah kebencian.
Kebencian terhadap sistem, terhadap politisi, terhadap cendikiawan, terhadap orang Aljazair, terhadap serikat dagang, terhadap para wartawan dan terhadap orang-orang asing.
Kemudian Rodin memimpin seluruh batalionnya ke dalam kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan pada bulan April 1961.

Dengan bercermin terhadap enam kegagalan sebelumnya dalam upaya pembunuhan Presiden de Gaulle, akhirnya Marc Rodin yang kini menjabat sebagai kepala operasi OAS, bersama dua teman seperjuangannya, René Montclair, bendahara dan André Casson, kepala jaringan bawah tanah di Metropole, melakukan pertemuan di Pension Kleist sebuah hotel kecil di Brucknerallee Wina, Austria pada pertengahan Juni 1963.
Hasil kesepakatan mereka adalah, membunuh de Gaulle dengan menggunakan orang asing, bukan orang dari kesatuannya atau dari negerinya sendiri.
Orang yang benar-benar asing―yang tidak mempunyai kepentingan politik atau idealisme seperti ketiga orang tersebut.
Orang asing yang bekerja secara profesional dan murni karena uang.

Dengan melibatkan jaringan bawah tanahnya, akhirnya mereka sepakat menggunakan jasa seorang asing―seorang pembunuh bayaran, yang kemudian dikenal dengan sandi Jackal (Jakal) yang berarti sejenis anjing liar berbulu kuning.
Kesepakatan telah dibuat. Sang Jakal akan bekerja dengan caranya sendiri tanpa campur tangan pihak OAS. Pihak OAS hanya perlu menyediakan dana awal sebanyak dua ratus lima puluh ribu dolar, dan sisanya sebanyak dua ratus lima puluh ribu dolar lagi akan diberikan, setelah pekerjaan Sang Jakal selesai.
Harga yang bagi mereka terbilang fantastis untuk sebuah nyawa seorang pengkhianat semacam Presiden de Gaulle.

Banyak hal menarik dan seru yang terjadi saat Sang Jakal mempersiapkan segalanya menjelang hari H. Hari di mana eksekusi akan dia lakukan terhadap de Gaulle.
Penyamaran pun mulai dilakukan. Pencurian paspor warga negara lain sebagai identitas baru dilakukan oleh Sang Jakal. Pembuatan SIM Internasional, pemalsuan paspor, pemesanan senjata sesuai yang ia butuhkan―ia lakukan secara detail dan sesempurna mungkin.
Latihan menembak pun, tidak lupa ia lakukan. Pengukuran jarak dan sudut tempat di mana ia akan melakukan aksinya telah ia perhitungkan dengan sangat cermat dan matang.
Sang Jakal memang luar biasa cerdas. Ia tahu, yakin, paham dan sangat ahli dalam bidangnya.

Di sisi lain, kepolisian Prancis dan pasukan pengawal Presiden Prancis, mencium adanya upaya pembunuhan (lagi) terhadap de Gaulle melalui agen-agen rahasia yang berhasil disusupkan.
Rapat besar pun digelar. Dan hasilnya pemerintah Prancis menyerahkan urusan penyelidikan dan pengejaran Sang Pembunuh Bayaran pada seorang Detektif Pembunuhan yang kariernya sedang menanjak pesat. Claude Lebel.
Bersama Lebel inilah, kita akan menyaksikan cara kerja seorang detektif Prancis untuk mengungkap dan menemukan identitas Sang Jakal, yang melibatkan tujuh petinggi keamanan di tujuh negara.
Lebel yang dibantu oleh Caron sebagai asistennya, sedikit demi sedikit menemukan jejak Sang Jakal. Ia bekerja sama tidak hanya dengan negara-negara di Eropa saja, tapi sampai menyeberang ke belahan benua lainnya.

Kecerdasan Sang Jakal dan Sang Detektif, perlu diacungi jempol. Mereka dua orang yang mempunyai tekad kuat. Berdedikasi terhadap pekerjaannya, tegas dan mempunyai insting yang tajam.
Lebel tahu, bahwa Sang Jakal akan mengumbar aksinya di hari yang tidak akan mungkin dihindari oleh de Gaulle. Hari di mana de Gaulle sebagai Kepala Negara, harus melakukan kegiatan rutin tahunannya.
Hari itu adalah Hari kemerdekaan Prancis, setelah merdeka dari Jerman pada 25 Agustus 1944.
Sang Jakal akan keluar dari persembunyiannya dan menjemput maut Presiden de Gaulle di hari bersejarah itu. Hari bersejarah untuk Prancis. Hari Kemerdekaan, 25 Agustus.

Membaca kisah ini, serasa menyaksikan sebuah film action. Di mana ada suara-suara ketidakpuasaan rakyat atau organisasi tertentu kepada pemerintahan akibat kebijakannya yang dinilai melukai harga diri dan hati mereka.
Pembalasan dendam dengan menghalalkan berbagai cara adalah hal yang mutlak dilakukan.
Bagaimana sensasi tegang dan perasaan mencekam saat pertemuan rahasia antara ketiga petinggi OAS itu berlangsung. Bagaimana mereka harus terus bersembunyi dari satu negara ke negara lainnya di Eropa, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Merasakan miris dan mual saat menyaksikan interogasi paksa yang dilakukan para polisi dan politisi terhadap tawanan yang mereka culik untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Cara kejam pun akan mereka lakukan.
Ditambah dengan beberapa warga sipil yang harus mati sia-sia akibat keegoisan Sang Jakal.

Kisah ini, terbukti membenarkan tentang paradigma bahwa politik itu kotor dan berlumur darah. Karena bila idealisme yang diperjuangkan, dan harga diri berbicara, apapun akan mereka lakukan. Sekalipun nyawa dan harga diri adalah taruhannya.


Frederick Forsyth lahir di Inggris pada 25 Agustus 1938. Dia menjalani wajib militer dari tahun 1956 – 1958. Pada usia 19 tahun, dia menjadi pilot termuda di Angkatan Udara. Tahun 1961, dia bergabung dengan Reuters kemudian tahun 1965 bergabung dengan BBC.
Pada tahun 1969, dia menulis buku pertamanya yang berjudul The Biafra Story.
The Day of Jackal, pertama kali terbit tahun 1971, menjadi buku laris dan mendapatkan penghargaan novel terbaik Edgar Allan Poe Award 1962.
Novel ini menjadikannya salah satu penulis novel thriller terkemuka, dan termasuk ke dalam salah satu dari 100 novel kriminal terbaik sepanjang masa.
Novel-novel Forsyth bercerita seputar peperangan, intrik internasional, intrik politik, spionase dan kriminalitas lintas negara. Karya-karya lainnya yang juga laris dan mendapat pengakuan secara luas adalah: The Dogs of War, The Odessa File, The Devil’s Alernaive, The Fourth Protocol, The Negotiator, The Deceiver, The Fist of God, Avangher, The Afgan dan The Cobra.
Saat ini dia tinggal di Hertfortshire, Inggris bersama istrinya.
 

Juli 27, 2011

KETIKA DIA KEMBALI


Resensi oleh Noviane Asmara

KETIKA DIA KEMBALI
Penulis : Rini Nurul B.
Penyunting: Retnadi Nur’aini
ISBN : 978-602-99043-3-8
Tebal : 136 Halaman
Kover : Soft Cover
Harga: Rp
Penerbit : Halaman Moeka Publishing
Cetakan: I, Juni 2011


Novel Ketika Dia Kembali adalah novel dengan kisah yang mengangkat dua buah tema. Tapi saya hanya akan mengulas kisah ini dari sisi tema yang satu saja, karena saya pikir satu tema lagi yang ingin penulis bagi di sini kepada para pembacanya adalah tema kejutan yang akan mengungkapkan teka-teki dari cerita yang disajikan bahkan dari judul yang ditawarkan. Tema ini menjadi kunci jawaban sekaligus tema yang sangat menarik terutama karena tema ini percaya atau tidak percaya, ada di sekitar kita dan bisa terjadi kepada siapa saja. Tema yang kental dengan masalah psikologi manusia. Dan saya tahu, tema ini sengaja tidak disebutkan dalam sinopsis yang tertera di kover belakang, karena penulis ingin memberikan sebuah kejutan dan juga mengajak kita untuk berpikir. Bila saya sebutkan, tentulah ini menjadi spoiler, dan para calon pembaca buku ini nantinya akan kehilangan kejutan dan rasa geregetnya.
Satu tema yang akan banyak saya ulas di sini yaitu bullying.

Menurut Dian P. Adilla, Psi, Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa stres. Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin memengaruhi korban secara psikis.
Bentuk Bully terbagi dua, tindakan langsung seperti menyakiti, mengancam, atau menjelekkan anak lain. Sementara bentuk tidak langsung adalah mendiamkan, menghasut, atau mengucilkan anak lain, tujuannya adalah sama, yaitu untuk “menekan” korbannya, dan mendapat kepuasaan dari perlakuan tersebut.
Pelaku puas melihat ketakutan, kegelisahan dan bahkan sorot mata permusuhan dari korbannya.
Karakteristik korban Bully adalah mereka yang tidak mampu melawan atau mempertahankan dirinya dari tindakan Bully.
Bully biasanya muncul di usia sekolah. Pelaku Bully memiliki karakteristik tertentu. Umumnya mereka adalah anak-anak yang berani, tidak mudah takut, dan memiliki motif dasar tertentu. Motif dasar utama yang biasanya ditenggarai terdapat pada pelaku Bully adalah agresifitas. Padahal, ada motif lain yang juga bisa dimiliki pelaku Bully, yaitu rasa rendah diri dan kecemasan. Bully menjadi bentuk pertahanan diri yang digunakan pelaku untuk menutupi perasaan rendah diri dan kecemasannya tersebut.


Bullying tidak hanya terjadi di sekolah, bahkan dapat terjadi di kantor, dunia maya, kancah politik dan militer. Dampak yang terjadi pada korban adalah stres tingkat tinggi dan dorongan untuk bunuh diri

Kisah ini berawal dari datangnya seorang siswi baru ke SMA Bintang Timur. Bea. Demikian nama gadis itu. Kenyamanan SMA Bintang Timur yang sedari awal “terjaga”, mendadak berubah seiring dengan hadirnya Bea.
Sejak Bea hadir menjadi salah satu siswa di sekolah itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Berawal saat Meis secara tidak sengaja menemukan CD yang berisi potongan gambar horor di Lab saat siswa-siswa kelas XI B akan praktik. Gambar di dalam CD tersebut sontak membuat Meis terkejut dan ketakutan. Karena gambar di dalam CD tersebut memperlihatkan sesosok wajah seorang siswa mantan SMA Bintang Timur yang sudah meninggal. Sophia. Bagaimana sosok orang yang sudah meninggal tiba-tiba bisa hadir di tengah ketenteraman acara belajar para siswa dalam bentuk video horor?

Selang beberapa waktu, kejadiah aneh dan mengerikan kembali terjadi. Penghuni SMA Bintang Timur, mulai dihinggapi perasaan waswas dan ketakutan.
Begitu pun dengan Sarah―teman sekelas Bea yang lemah lembut dan penurut. Anehnya hal ini juga terjadi pada Kanya dan Libra. Mereka adalah dua gadis yang dihindari oleh semua siswa Bintang Timur. Semua siswa Bintang Timur takut terhadap kedua gadis itu. Dan tamatlah riwayat para siswa itu bila harus berhadapan dengan duo pembawa horor. Dua gadis itu gemar memeras, meminta contekan tugas kepada siswa yang pintar dan mengancam para korbannya bila keinginan mereka tidak dipenuhi, bahkan tega menganiaya bila sang korban terang-terangan memperlihatkan perlawanan dan berusaha melawan.
Kanya dan Libra adalah sebuah masalah yang harus dibasmi dengan tindakan bullying mereka yang ternyata telah lama mereka lakukan. Dan ironisnya, hal itu didiamkan oleh pihak sekolah karena masalah nepotisme dan kekuasaan orangtua yang menaungi mereka.

Bea adalah siswa yang berbeda dengan siswa kebanyakan di Bintang Timur. Walaupun ia siswa baru, tetapi Bea tidak tinggal diam ketika melihat kedua kakak kelasnya itu memeras Sarah, temannya dan juga dirinya. Di setiap kesempatan, Bea berusaha merintangi dan menentang mereka. Dan hal itu menjadikan duo horor, Kanya dan Libra membenci Bea. Mereka merasa terganggu atas sikap perlawanan yang Bea tawarkan, alih-alih rasa takut dan hormat yang mereka dapatkan.

Sementara itu, bayang-bayang misterius yang menghantui Bintang Timur semakin mencekam dan beritanya tercium oleh wartawan. Sehingga sebuah tabloib terkenal menurunkan Head Line dengan judul: SEKOLAH NGETOP YANG ANGKER. Hal itu tentu saja merusak citra SMA Bintang Timur yang selama ini terkenal sebagai sekolah swasta unggulan yang hebat dan bersih.
Dan ternyata semua kejadian misterius yang menimpa pada SMA Bintang Timur, semuanya berawal dari tindakan Bullying yang dilakukan Kanya dan Libra. Dua gadis malang yang bermasalah.

Pengungkapan akan terkuaknya siapa “Dia” di dalam kisah Ketika Dia Kembali pun sungguh memukau. Penulis sebelumnya berhasil mengecoh saya sebagai pembaca, hingga saya menyadari bahwa tema kedualah yang menjadi jawaban atas semua misteri dan kejadian yang menimpa Bintang Timur.

Perasaan merinding dan sedikit takut, sempat mewarnai suasana ketika saya membaca buku ini. Jujur saya merinding membaca tentang saat teror horor berlangsung. Apalagi saat berlangsungnya acara Bedtime Story. Sebuah acara live di radio, di mana pendengar bisa berbagi dengan sang penyiar menceritakan pengalaman horor di tengah malam. Dan salah seorang siswa Bintang Timur sempat menceritakan cerita horor yang sedang terjadi di sekolahnya.

Tapi untungnya, saya pernah membaca beberapa buku terjemahan yang memang terang-terangan mengangkat tema kedua dari buku Ketika Dia Kembali ini. Jadi saya tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk memahami apa yang penulis sampaikan.

Bagi penggemar suspense, buku ini layak untuk dibaca. Disamping itu, kita akan diperkenalkan pada masalah psikologi manusia yang tidak lazim. Keunikan dan keasikan itulah yang akan kita dapati di buku ini. Ditambah lagi, ketegangan kita sesekali akan mencair akibat kelakar dan kata-kata saling meledek dalam dialog yang disajikan.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang (sangat) kita gunakan sehari-hari. Tapi jujur saya sedikit merasa terganggu, karena saya jadi merasakan kehilangan rasa “membaca” dari buku ini. Mungkin bila bahasanya tidak terlalu dibuat dan ditulis seperti adanya saat kita berbicara dalam kehidupan sehari-hari, saya akan merasakan sensasi membaca yang seutuhnya.
Tetapi hebatnya dari penulisan buku ini adalah minimnya typo yang saya temukan. Dan hal ini sangat dimungkinkan mengingat background sang penulis yang merupakan seorang penerjemah dan penyunting senior. Jadi, ia sudah sangat gape dan juga banyak memakan asam-garam dalam hal penulisan.

Sayangnya, saya hanya baru dapat menikmati satu buku tulisannya. Walau saya tahu bahwa sang penulis sebelumnya telah menulis buku dengan judul yang tak kalah menarik. Tapi saya tidak bersedih, karena karya terjemahannya telah banyak saya nikmati.

Penasaran atas misteri-misteri yang bertebaran di Bintang Timur? Kepengin tahu lebih dalam tentang siapakah Bea, Kanya, Libra dan apa hubungannya dengan Sophia? Dan apa pula isu yang terselubung di balik kisah dari buku dengan tebal 136 halaman ini? Sebaiknya dibaca dan temukan sendiri jawabannya.

Rini Nurul Badariah seorang penerjemah dan penyunting lepas. Saat ini ia tinggal di Bandung bersama suaminya.
Untuk mengetahui profilnya lebih lanjut, silahkan kunjungi www.rinurbad.com

HOLD ME CLOSER, NECROMANCER


Resensi oleh Noviane Asmara
HOLD ME CLOSER, NECROMANCER
Penulis : Lish McBride
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Pujia Pernami
Pewajah Isi : Aniza Pujiati
ISBN : 978-979-024-481-8
Ukuran : 13 x 20,5 cm
Tebal : 448 Halaman
Harga : Rp 55.000
Cover : Soft Cover
Penerbit : Atria
Cetakan: I, Juni 2011


Membangkitkan mayat pastinya lebih seru daripada membalik daging burger”

Sebuah kalimat gila yang menjadi tagline itulah yang menghiasi kover depan dari buku Hold Me Closer, Necromancer ini. Dari kalimatnya saja, aroma horor sudah menguar kuat dan dengan mudah kita cium. Tapi horor semacam apa yang akan ditawarkan oleh Lish McBride ini.

Bagaimana rasanya menjadi seorang necromancer, terlebih necromancer yang hidup di abad 21, bukan di abad 15 atau 18, abad di mana hal-hal kental berbau magis dan mistik itu masih bisa dikatakan "lumrah". Necromancer, seseorang yang bukan hanya mempunyai kemampuan untuk membangkitkan mayat, tapi juga mendatangkan sekaligus berkomunikasi dengan arwah.
Hal inilah yang terjadi pada seorang cowok biasa, yang hanya bekerja di sebuah kedai makanan cepat saji, Plumpy’s. Samhain Corvus LaCroix. Usia 18 tahun, seorang koki goreng dan selalu membanggakan diri di mana pun ia bisa, bahkan bila harus menjadi pecundang jebolan kuliah, ia berencana menjadi jebolan kuliah terbaik.. Ia tidak tahu bahwa dirinya adalah seorang necromancer. Yang Sam tahu, ia dibesarkan oleh ibunya, Tia LaCroix tanpa pernah merasakan kasih sayang ayah kandungnya. Ia hanya tahu bahwa ia mempunyai seorang adik perempuan, Haley yang sangat menyayanginya walaupun mereka berbeda ayah. Sampai suatu hari Sam tahu, bahwa dirinya adalah seorang necromancer. Hal ini bermula saat kedai makanan cepat saji di mana ia bekerja bersama ketiga temannya, didatangi oleh seorang pria asing. Pria itu bernama Douglas Montgomery dan ia adalah seorang necromancer yang keji dan sadis.

                                                                      Kover Asli
Douglas tidak terima dirinya mempunyai saingan seorang necromancer. Terlebih fakta bahwa selama ini Sam tidak pernah mendatangi dirinya sebagai Dewan tertinggi dari makhluk-makhluk “unik”. Akhirnya Douglas memberikan pilihan pada Sam―untuk menjadi muridnya atau menjadi zombie bila Sam menolak tawaran tersebut.
Waktu yang Sam miliki hanya seminggu. Ia harus bisa mengalahkan Douglas dan terbebas dari kutukan menjadi muridnya serta tidak pula berakhir menjadi zombie. Tapi bila ia tidak bisa mengalahkan Douglas, maka semuanya berakhir menjadi neraka.
Namun Sam yang baru saja mengetahui bahwa dirinya necromancer, bingung harus berbuat apa. Di tengah kebingungannya, perlahan-lahan selimut misteri yang menutupi jati dirinya terungkapkan. Dan sejatinya ia harus berjuang untuk mendapatkan kekuatan seorang necromancer murni, tanpa ada sesuatu atau apa pun yang menghalanginya.
Teror awal yang Sam terima atas penolakan terhadap Douglas, harus ia bayar mahal. Mau tidak mau, suka atau pun tidak suka, Sam harus merelakan teman-teman kerjanya terlibat dalam dalam urusan pribadinya. Brooke, Ramon dan Frank harus berbesar hati dan juga hati-hati atas semua peristiwa sial yang menimpa mereka akibat kedekatan mereka dengan Sam.
Hingga sampai saat Sam masuk ke dalam perangkap Douglas dan dikerangkeng bersama seorang gadis―yang juga seekor hybrid serigala. Briddin.
Walaupun berada di dalam kerangkeng di kediaman Douglas, sempat-sempatnya adegan romantis antara Sam dan Brid terekam. Dasar cowok, walau kata dalam keadaan terjepit sekali pun, tetapi pikiran liarnya tetap saja mengembara dan memenuhi sebagian otaknya yang nyaris kosong.
Kisah seru terus berlangsung, Sam terus memutar otak agar bisa kabur dari cengkeraman kuasa Douglas.
Kelebihan kisah ini, selain memang seru dan berdarah-darah, juga konyol. Di saat merasa tegang, tiba-tiba kita akan diajak tertawa akibat kepolosan sorang Frank dan kejutekan seorang Brooke.
Komentar-komentar Brooke, kadang membuat geli. Terlebih lagi perkataan-perkataan Sam yang terkadang asal bunyi tapi berhasil memancing tawa.

Tapi dari semua cerita yang disajikan, saya lebih tertarik pada masa lalu Douglas Montgomery. Bagaimana si Douglas kecil menjalani hari-harinya. Douglas yang sangat menyayangi sepupunya, Douglas yang akhirnya diadopsi oleh sang bibi setelah sang ibu dan ayahnya merasa tidak bisa menangani anak mereka sendiri. Bagaimana sampai Doulas bisa menjadi necromancer yang sadis dan keji, hal itulah yang lebih membuat saya tertarik.

Hal unik lainnya dari buku ini adalah judul pada setiap bab yang tertulis. Semua bab menggunakan judul atau penggalan lirik dari sebuah lagu.
Dan saya pun tanpa sadar langsung bersenandung tatkala saya sampai pada bab dengan judul Easy Like Sunday Morning, yang merupakan penggalan dari lirik lagu yang dipopulerkan oleh The Commodores dengan Lionel Richie sebagai vokalisnya. Dan saya adalah penggemar lagu-lagu Lionel Richie ^ _ ^

Dan seperti biasa, Atria tidak pernah mengecewakan pembacanya dengan menerbitkan buku yang tidak bagus. Semua buku yang Atria terbitkan saya suka. Terlebih buku Hold Me Closer, Necromancer ini. Karena bukan hanya ceritanya yang unik dengan sensasi gado-gado, tapi juga karena kenyamanan dalam membaca buku ini berkat penerjemahan seorang Mizz Antie, penerjemah favorit saya. Membacanya menjadi terasa mudah dan mengalir indah.
Bintang empat layak untuk buku berkover keren dengan dominasi warna merah darah yang menampilkan gambar burung yang sedang bertengger di atas sebuah hati yang berdarah-darah.

Untuk yang ingin mengenal lebih dalam tentang Lish McBride, silahkan kunjungi web pribadinya di http://www.lishmcbride.com

POCONGGG JUGA POCONG

Resensi oleh Noviane Asmara

POCONGGG JUGA POCONG
Penulis : Pocongg Syahreza
Penyunting: Anwar Syafrani
Proof reader : Dewi Fita
ISBN : 620-220-002-4
Tebal : vi + 142 Halaman
Harga : Rp 36.000
Cover : Soft Cover
Penerbit : Bukune
Cetakan: I, 2011


Awalnya aku nggak tahu apa itu PJP. Setiap buka twitter, selalu saja ada orang yang nge-twit dengan hashtag #PJP. Rasa penasaran pun kian meraung, karena begitu gencar dan seringnya hashtag tersebut hadir di Time Line-ku.
Selidik punya selidik, ternyata setiap hashtag #PJP, mereka mention ke @Poconggg (dengan huruf “g” 3 buah) boros banget yah?
Tapi nanti kita akan tahu, kenapa harus dengan 3, sekali lagi tiga huruf “g”.

Kebetulan pula, (walau sebenarnya yang namanya kebetulan itu menurut sebagian orang nggak ada) di kantorku sudah dua bulan ini ada anak magang dua orang. Ababil alias ABG labil tepatnya. Dan mereka itu cewek yang sok unyu banget dan sok eksis juga. Dan mereka pun minta dibilang anak gaul abiez, walaupun akhirnya kita satu kantor menjuluki mereka berdua Camen, alias cacat mental.

Sebagai orang yang kurang gaul, aku pun bertanya pada kedua camen itu tentang apa itu PJP. Karena nggak mungkin banget kan, orang yang ngaku gaul abiez dan kerjaannya cuma twitteran, fesbukan sambil sesekali tanya-tanya tentang pajak, nggak ngerti apa itu PJP.
Dan, jeng jeng jeng... terbukti kan? Kalau ramalanku ini benar. Mereka tahu apa PJP. Dan kurang ajarnya, mereka ngatain aku orang yang cupu dan nggak gaul.
Huh! Dasar camen durhaka.

Akhirnya, ceritalah mereka bahwa PJP itu adalah sebuah novel yang ditulis oleh orang (kalau memang bisa dibilang orang) yang mengaku sebagai pocong.
Dari sini saja kita sudah diajak bingung. Masa pocong bisa buat novel? Gimana cara nulisnya? Sedangkan tangan saja mereka nggak punya. Sebenarnya bukan nggak punya, tapi kan tangan mereka terbungkus dalam balutan kain ketat putih yang dalam bahasa gaulnya disebut kain kafan. Hihihi, jadi seram.
Tapi hal itu nggak usah kita pikirkan, karena memang bukan urusan kita. Tapi kita baca seperti apa sih kalau pocong punya tulisan? Apa sih yang ia tulis? Apa sih yang ia ceritakan?

Begitu mendapatkan bocoran dari dua anak camen ini yang kebanyakan ketawanya daripada ceritanya, membuat aku semakin penasaran.
Segitu dasyatnya yah? Sampai-sampai nih camen dua, muji-muji terus dan ngakak terus-terusan seperti orang yang nggak pernah susah.
Akhirnya, tawaran yang aku tunggu-tunggu pun tiba―saat mereka menawariku meminjamkan novel PJP mereka (biasa, cari gratisan).

Aku masih ingat, saat itu bosku sedang cuti karena anaknya baru masuk sekolah hari pertama. Dan buku PJP sudah ada di tangan. Maka, dengan sedikit rasa berdosa karena berniat korupsi waktu dengan membaca di tengah jam kerja, aku mulai membaca PJP.
Hasilnya, selama satu jam lebih baca PJP, aku ngakak terus-terusan. Sampai-sampai dua anak camen ikutan nyeletuk.
“tuh kan? Pasti lucu, emang lagi ngetawain yang mana teh?” Tanya mereka kompak dengan tampang penasaran.
Aku hanya bisa kasih tanda supaya mereka diam dan nggak ganggu keasikan bacaku.

Buku Poconggg Juga Pocong ini terdiri atas 14 bab. Di mana pada setiap babnya, kita akan dibuat dari hanya sekedar tersenyum kecil sampai ketawa ngakak yang nggak heran bila sampai guling-guling di lantai. Bab-bab itu adalah:

Perjalanan Seikat Poconggg
Poconggg juga pocong
Cerita horor tidak akan pernah seindah ini, kawan…
Cinta Sejenis
Puisi Cinta
First Date
Iklan
Pray For Aan
Analogi Cinta
Bencong
#Konsultaconggg
Sumpah Pocong
Poconggg Madness
Prediksi Poconggg

Beberapa bab memang berisikan cerita yang sangat dekat dengan perilaku kita sehari-hari―terutama ABG gaul saat ini. beberapa bab lainnya, membahas perihal kehebohan dan berita yang saat itu happening di twitter, misalnya pada bab #Konsultaconggg. Dan beberapa hal yang ia bahas di blog-nya Poconggg.

Nama gue Poconggg. Gue adalah pocong. Buat kalian yang masih bingung, gue jelasin, ‘Poconggg’ adalah sebuah nama dan ‘Pocong’ adalah jenis spesies.
Nah itu adalah pengenalan tentang identitas si Poconggg. Dan ia nggak bisa disebut dengan seorang, karena ia bukan orang, atau nggak bisa juga disebut dengan seekor pocong, karena ia bukan binatang. Maka dibuatlah sebutan seikat pocong. Karena memang begitulah adanya. Ia diikat dan melompat-lompat bukan berjalan.

Buku kocak yang nyeleneh setebal 142 halaman ini, berisi tentang suka-duka seikat pocong muda yang baru bertumbuh bernama Poconggg.
Poconggg sedang memulai kehidupan awalnya sebagai pocong. Ia mempunyai teman sebangsanya bernama Ajwa yang iseng dan beberapa teman dari sesama makhluk angker lainnya semacam gendoruwo.
Poconggg tetap punya hati. Dia punya rasa takut, kadang ia merasa minder terhadap keadaan dan kemampuan dirinya. Hal ini terbukti saat ia menjalankan tugas pertamanya sebagai pocong untuk menakut-nakuti warga komplek. Alih-alih membuat pingsan warga komplek, ia yang terbujur pingsan duluan. Di samping itu, Poconggg bisa jatuh cinta, terbukti ia mampu mengencani pocong cewek bernama Dea. Tetapi ternyata ia pun sering merasa galau juga.
Saat galau, ia tumpahkan semua kegalauannya dalam puisi, dan tak jarang ia pun nyampah dengan nge-twit di twitter dan mengajak followers-nya untuk galau berjamaah.

Buku ini sangatlah ringan dan cocok sebagai bacaan hiburan. Penuturan bahasanya pun terangkai renyah dan mengigit. Bahasa sehari-hari dan berbau gaul pun dipakai di setiap dialog yang terjadi. Hal ini membuat si pembaca merasa menyelami dan ikut terlibat dalam ceritanya. Kita akan terkikik geli, bukan karena kekonyolan si Poconggg, tapi lebih kepada karena kita merasa sedang melihat diri kita sendiri. Seolah-olah Poconggg menyindir diri kita yang mempunyai tingkah laku seperti yang Poconggg ceritakan. Tetapi dalam pemaparan narasi, tetaplah bahasa baku yang digunakan.

Di bab Prediksi Poconggg yang merupakan bab penutup, aku mengambil contoh prediksi yang menggambarkan zodiakku. Berikut prediksi Poconggg untuk orang yang lahir di bawah naungan zodiak Scorpio.

Scorpio
Tahun ini tahunnya Scorpio. Dewi Fortuna, Dewi Kwam Im, Dewi Rezer, semunya berpihak pada orang Scorpio. Ibarat kata pepatah, ojek jatuh tak jauh dari pangkalannya.

Asmara: Amazing
Empat hari setelah membaca prediksi ini kalian akan langusng merasakan keajaibannya. Kalian akan bertemu orang-orang baru yang akan mengisi kehidupan kalian. Setiap ngajak kenalan, pasti sukses. Setiap nembak gebetan, pasti diterima. Setiap minta izin pavar buat ngeduain, kalian bakal dibolehin.

Keuangan: Prima
Rekening bank kalian akan membengkak melebihi otot Bari prima. Apa yang kalian inginkan akan terpenuhi.

Kesehatan: Tiada Tandingan
Luar biasa. Kalian akan terjangkit virus dengan kode NASA 092kl-889/093 yang menyebabkan kalian tak bisa sakit.
Ps: jangan nyoba tiduran di rel.

Karier: Oh My God
Selicin-licinnya jidat Mario Teguh, karier kalian lebih licin di tahun ini. Bisnis kalian akan menggelegar. Sukses berlebihan. Luar Biasa. Salam Super.

Typo yang ditemukan di buku super gokil ini seperti menghembuskan (16), hembusan (16), memerhatikan (4), nafas (72), terlanjur (73) tidak serta merta mengurangi kekonyolan dan rasa kriuk saat membacanya. Tapi akan lebih renyah bila typo-typo tersebut bisa diperbaiki.

Nah, kalau kalian penasaran dan ingin melepaskan sejenak dari bacaan buku-buku yang berat dan membuat kalian stress dan berniat bunuh diri, lebih baik kalian hibur diri kalian dan ngakak bersama si Poconggg sinting ini. Niscaya perut kalian akan sakit dan mata kalian berair saking menahan rasa geli yang tak berkesudahan.
Selamat ngakak dan dicap orang gila.